at least i still have you (part 4)

Sesampainya di rumah, aku masih memikirkan pembicaraan bersama Kyuhyun oppa tadi. Hatiku tak karuan. Aku menocba menenangkan diriku. Aku tidak ingin lagi kembali kesana.

Ringdingdong…….

Aku membuka mataku.. Ternyata Mikha unnie menelponku

“Yeoboseyo”

“Ji hoon ada berita bagus. Kyuhyun sudah bisa bicara sekarang. Betapa bahagianya diriku”

“Mmm…baguslah  unnie. Selamat akhirnya kerja kerasmu tidak sia-sia”

“Sepertinya kau tidak senang Ji hoon. Ada apa?”

“Aku senang, hanya saja aku baru bangun tidur. Baiklah nanti aku akan ke rumah sakit menjenguknya”

“Baiklah Ji hoon, aku tunggu kau di rumah sakit”

Ake mematikan ponselku. Aku melihat jam. Ternyata masih pukul 09.37. Aku merasa bersalah karena sudah membohongi Mikha Unnie. Harusnya dia yang lebih dahulu tahu kalau Kyuhyun oppa bisa berbicara dibandingkan aku.

Aku bersiap-siap  berangkat ke rumah sakit. Perasaanku campur aduk, antara cemas dan perasaan bersalah. Aku segera naik taksi dan pergi kesana.Sesampainya di sana Mikha unnie tampak bahagia sekali, begitu juga Kyuhyun oppa. Mereka berdua berbicara

“Hey Ji hoon, ayo kemari” ucap Mikha unnie

Kakiku melangkah masuk. Aku tersenyum pada mereka berdua. Rasanya ruangan ini sempit sekali melihat mereka berdua.

“Oppa, bagaimana keadaanmu”

“Baik, seperti yang kau lihat Ji hoon”

Dia tersenyum padaku. Hatiku lega sekali melihat senyumannya. Sudah lama aku tidak melihat senyumannya yang tulus.

“Ji hoon, aku beli makanan dulu yah, Kau pasti lapar “ ucap mikha unnie

“Tidak usah unnie.”

“Sudahlah, aku tahu kau lapar”

“Belikan saja Mikha. Kau tidak usah bilang kalau kau lapar. Dari wajahmu saja sudah terlihat muka orang lapar” canda Kyuhyun oppa

Kami tertawa. Ah~ akhirnya aku bisa mendengar tawanya lagi. Mikha unnie akhirnya pergi keluar. Dan sekali lagi ruangan ini mendadak menjadi sunyi.

“Bagaimana kabarmu Ji hoon?” tanyanya

“ Baik oppa. Kau sudah tampak sehat hari ini”

“Ini berkat kau yang mau datang menjengukku hari ini”

“Oppa, kau bisa saja”

“Aku mengatakan yang sebenarnya Ji hoon.”

“Aku keluar dulu yah oppa”

“Arrrghhh…..”

“Oppa, kau kenapa?”

Aku menghampirinya. Dia tampak kesakitan sambil memegang kepalanya.

“Oppa, aku panggilkan suster yah”

Tidak usah . Kau berada disini sudah mengurangi rasa sakitku.”

Dia memegang tanganku dengan kuat dan menatapku.

“Sebenarnya sudah lama aku ingin mengatakan ini. Namun nyaliku tidak sebesar yang kau pikirkan. “

“Apa yang ingin kau katakan?”

“Aku menyukaimu”

Jantungku berdebar. Aku sangat terkejut dengan apa yang dia katakan. Rasanya seperti mendapat sambaran petir berkali-kali. Aku melepas genggaman tangannya.

“Oppa, jangan kau mempermainkan aku. Aku menyukaimu bukan berarti kau bisa mempermainkan aku.”

“Apa wajahku terlihat seperti mempermainkanmu?” Dia manatapku tajam.

Aku tertunduk. Aku tak berani menatap wajahnya. Jantungku masih berdebar kencang .

“Lalu bagaimana dengan Mikha unnie?”

“Saat pertama kali, aku pikir aku menyukai Mikha. Dia adalah tipe idealku. Cantik, lembut, berambut panjang dan pintar. Tapi ternyata aku sadar bahwa aku hanya mengagguminya bukan menyayanginya. Kau yang membuatku sadar bahwa antara kagum dan cinta itu berbeda.Lalu aku sadar  bahwa aku hanya mengaggumi Mikha, dan hanya ingin memilikinya bukan mencintainya. Tapi kau malah yang memenuhi pikiranku Ji hoon Apalagi saat aku berada di rumah sakit kau menjengukku setiap hari. Membuatku tersadar bahwa kau lah yang manyayangiku dengan tulus . Dan membuatku semakin

menyukaimu.”

Aku tidak bisa berkata apapun. Air mataku menetes. Aku segera menghapusnya. Untuk apa aku menangis.

“Sekarang kau mengerti ji hoon”

“Tidak oppa.!!

Bagaimana kalau Mikha unnie mengetahui semua ini. Oppa, kau lebih cocok dengannya di banding denganku”

Aku segera pergi meninggalkannya dan keluar kamar itu. Aku

melihat Mikha unnie sedang duduk di depan kamar Kyuhyun oppa sambil memegang bungkusan makanan. Dia terlihat sedih.

“Unnie…” aku mendekatinnya

“Ji hoon. Aku tak tahu harus bilamg apa padamu. Setelah mendengar pembicaraan kalian tadi hatiku perih. Tapi kini aku sadar bahwa aku hanya menjadi penghalang diantara kalian. Dulu saat aku bersamanya, yang dia bicarakan hanya dirimu. Aku bosan mendengarnya tapi aku coba mengerti. Mungkin kau memang orang yang sangat berharga untuknnya. Tapi aku semakin sadar bahwa dia menyukaimu. Aku…aku semakin sadar kalau aku tak berarti apa-apa untuk Kyuhyun.”

Dia menangis. Air mataku menetes lagi. Aku tidak tahu harus bebuat apa.

“Unnie…maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk membuat kau begini”

“Bukan salahmu Ji hoon. Semua ini salahku, aku tidak pernah merasa sadar kalau aku ada diantara kalian”

Dia menyeka air matanya. Dia tersenyum padaku dan menggenggam tanganku. Dia menarikku ke kamar 310.

“Kyuhyun, kau mau menjaga Ji hoon demi diriku ?”

“Apa maksudmu Mikha?”

“ Sudahlah Kyuhyun. Aku bahagia melihatmu dengan Ji hoon. Aku tidak ingin kau membohongi perasaanmu lebih lala lagi. Kalau kau benar-benar mencintainya aku rela. Asalkan kalian berdua bahagiaKalau Kyuhyun menyakitimu katakan saja padaku”

“Apa yang kau katakan Mikha.”

“Aku mengatakan sejujurnya. Anggap saja cerita kita yang lalu hanya sebagai kenangan untukmu, atau bahkan aku tidak pernah hadir di hidupmu. Aku tak mau kau menyakiti perasaanmu lebih jauh. Kalau kau menyayangi Ji hoon, tolong jaga dia Kyuhyun”

“Tapi..unnie”

“Ji hoon…sudahlah”

Kami semua terdiam. Aku merasa tidak enak pada Mikha unnie.

“Aku pulang dulu yah semua. Jaga dirimu baik-baik Kyu kau juga Ji hoon”

Dia meninggalkan kami begitu saja . Dadaku sesak. Aku bingung harus berkata apa”

“Oppa, aku pulang dulu yah. Lekas sembuh”

“Kau mau meninggalkanku seperti Mikha. Aku pikir kau orang yang akan berada disisiku sampai aku mati”

Aku menghampirinya. Dia tersenyum padaku dan membelai pipiku. Apakah ini mimpi Tuhan?

Rasanya aku ingin waktu untuk berhenti berputar dan terus berada di sisinya selamanya.

Hari-hariku dengan Kyuhyun oppa semakin indah. Walaupun dia masih di rumah sakit, tapi kami banyak menghabiskan wakti bersama. Dia sudah semakin sehat. Seperti biasa aku menjenguknya.

“Oppa, cepatlah kau lekas sembuh. Aku ingin bermain denganmu lagi”

“Aku juga maunya begitu Ji hoon. Tapi sayangnya pihak rumah sakit tidak memperbolehkan aku untuk pulang”

“Halooooo….” Terdengar suara dari belakang. Ternyata suster Taeyon.

“Wah…wah apakah aku mengganggu. Kyuhyun, sepertinya pihak rumah sakit sudah mengizinkanmu untuk pulang ke rumah. Tapi kau harus rajin meminum obat yah”;

“Wah baik suster”

“Baiklah, aku keluar dulu.”

“Oppa, kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau sudah bisa pulang ke rumah?”

“Tadinya aku ingin membuat kejutan. Tapi suster Taeyon mengacaukan kejutannya.”

“Kapan kau akan pulang oppa”

“Mmm….lusa”

“Benarkah, cepat sekali. Aku tunggu kau di rumah. Oppa, sudah malam. Aku pulang dulu yah”

“Hati-hati sayang kekekeke”

Dia tersenyum padaku. Aku tidak sabar menantinya di rumah. Aku ingin sekali bersama dengannya lagi. Aku segera keluar dari kamar itu. Saat berjalan keluar rumah sakit aku bertemu denganBibi Eun Ji.

“Anyeong hasseyo Ji hoon”

“Anyeong hasseyo”

“Ji hoon, ada yang ingin aku bicarakaan padamu Bagaimana kalau kita meminum kopi sebentar?”

Aku mengangguk. Kami pergi ke kedai kopi kecil di dekat rumah sakit. Dia memulai pembicaraanya dengan serius.

“Ji hoon, bagaimana kabarmu?”

“Baik”

“Maaf, kalau bibi jarang menjenguk Kyuhyun, jadi merepotkanmu.”

“Ah, tidak masalah. Aku merasa senang menjenguknya”

“Ada yang ingin ku bicarakan padamu .Ini tentang kondisi Kyuhyun”

“Ada apa dengannya?. Bibi membuatku cemas”

“Kau orang yang terdekatnya Jadi kupikir kau harus mengetahuinya”

“Ada apa ?”

“Sejak kecelakaan, kondisi kesehatan Kyuhyun memburuk. Dia tidak bisa bicara, berjalan dan segala hal yang dilakukan manusia normal. Ternyata dokter mengatakan bahwa kyuhyun menderita radang selaput otak”

“Bibi…bibi tidak bercanda kan?”

Dia menggeleng, air matanya berlinang.

“Aku juga tak mau mendengar itu. Tapi itu kenyataan. Dokter bilang hidupnya tak lama lagi”

Aku menitikan air mataku. Hatiku sakit, rasanya aku ingin berteriak sekencang-kencangnya.

“Aku mohooon…Ji hoon, jaga dia sebaiknya, karena kau lah yang sangat dia butuhkan saat ini”

“Apapun yang terjadi, aku akan menjaganya”

“Terima kasih Ji hoon”

Dia menyeka air matanya. Wajahnya tampak lelah. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang dan Bibi Eun ji menjaga Kyuhyun. Aku masih terkejut mendengar pernyataan ini. Tujuh bulan dia menanggung sakit , tapi aku tidak tahu apa-apa. Oppa, aku hanya ingin bersamamu lebih lalma lagi tapi mengapa semua begini. Ini tidak adil. Saat kau milikku, aku malah harus sudah bersiap atas kehilanganmu.

Desember 7, 2009. Kaitkata: . Uncategorized. 5 komentar.

At least i still have you (part 3)

Sejak kejadian itu aku tak pernah menjenguk kyuhyun oppa lagi. Aku tak mau merasa sakit yang lebih lagi melihat mereka berdua. Lebih baik aku tak usah melihat kyuhyun oppa lagi. Dari pada aku harus menangis terisak didalam hati.

Tak terasa sebentar lagi ujian tengah semester. Aku harus mempersiapkan diriku dengan sebaiknya. Seperti biasa aku berangkat kekampus dengan kakakku. Aku melihat suasana di kampus terasa berbeda. Mungkin hanya perasaanku saja. Aku memasuki ruangan kelas. Seprtinya teman-temanku sedang belajar dari raut wajah mereka tampak serius. Ternyata sebentar lagi musim dingin,biasanya saat-saat menjelang akhir musim gugur aku dan kyuhyun oppa berjalan-jalan ke taman atau bermain ice skeating sebelum awal musim dingin. Ah~ Kyuhyun oppa aku sungguh merindukanmu. Apakah kau merasakan hal yang sama denganku?  Atau kau malah sedang  tersenyum bersama Mikha unnie. Mengapa aku terus saja mengingatnya? Padahal kini aku coba melupakannya.

Aku pergi keluar kelas, aku bosan dengan suasana seperti itu. Perutku sangat lapar, dan aku  memutuskan pergi ke kantin. Sepertinya kantin sedang sepi hari ini, kalau begitu aku beruntung sekali.

“Ji hoon”

Seseorang memanggilku  dari belakang. Aku menengok ke belakang. Ternyata Mikha unnie yang memanggilku. Dia menghampiriku.

“Ji hoon anyeong”

“Unnie,ada apa?”

“Mmm…Ji hoon sepertinya sudah lama kau tidak menjenguk kyuhyun  Menurut suster sudah dua bulan kau tak pernah ke rumah sakit”

Dua bulan? Ya ampun sudah selama itu aku tidak bertemu kyuhyun oppa. Sejak kejadian yang waktu itu. “Unnie, aku sangat sibuk akhir-akhir ini. Dan lagi pula sudah ada kau yang akan menemaninya. Jadi aku tenang selama ada dirimu” jawabku

“Tapi aku tak sesering kau menjenguknya seperti dulu. Kupikir dia akan merindukanmu”

“Ah unnie kau ini. Oh iya bagaimana keadaan kyuhyun oppa sekarang? Apakah kondisinya semakin membaik?”

“Ya tentu saja Ji hoon. Sekarang dia bisa berjalan. Walaupun belum sekuat dulu. Tapi  sayangnya dia belum bisa berbicara”

“Syukurlah unnie. Hmm..aku kekelas dulu yah unnie. Terima kasih infonya., Annyeonghi kashipshiyo”

“Annyeonghi kyesayo”

Aku bejalan menjauhinya. Benarkan perkiraanku. Kyuhyun oppa kondisinya semakin membaik dengan adanya Mikha unnie. Sekarang dia bisa berjalan. Sungguh menajubkan. Mikha unnie sungguh berarti bagi kyuhyun oppa. Sedangkan aku….aku hanya parasit bagi mereka.

Nafsu makanku jadi hilang setelah mendengar semua ucapannya tadi. Ji hoon, jangan pikirkaan kyuhyun oppa. Pikirkan ujian tengah semester nanti.

Pukul 17.35

Aku segera keluar dari kampus. Sepertinya udara semakin dingin. Ingin sekali aku mampir ke kedai kopi. Mungkin memang aku butuh sedikit kopi untuk melepas kepenatan. Aku pun menuju ke kedai kopi diseberang kampus.

Bau kopi sangat terasa saat aku memasuki kedai kopi Kopen. Sudah sekitar 8 bulan aku tidak pernah mampir kesini sejak kyuhyun oppa kecelakaan. Karena yang biasanya menemaniku disini hanyalah dia. Ya ampun terlintas lagi dia dalam benakku. Mengapa selalu dia yang muncul dalam pikiranku? Apakah aku merindukannya?

Kuputuskan untuk keluar dari kedai kopi tersebut. Semakin aku berada di dalam semakin  pula ku mengingatnya. Aku mencoba untuk pulang dan mencari taksi. Akhirnya tak lama kemudian aku mandapatkan taksi.

“Ju Kyoung hospital”

Omo apa yang aku katakan pada supir taksi. Ju Kyoung hospital?

Sepertinya aku benar- benar merindukannya.

Sesampainya di rumah sakit aku ragu,aku takut dia tak memberi  respon padaku atau bahkan tak mau bertemu denganku. Baiklah aku memutuskan untuk melihatnya hanya dari luar kamarnya saja untuk memastikan keadaanya. Aku berjalan mendekati kamar 310.

Aku melihatnya di pintu kaca. Sepertinya biasa dia memandang keluar jendela. Apa yang dia lihat diluar sana yah? Aku masih menatapnya dari luar kamarnya.

Kreekk…. Tiba-tiba pintunya terbuka. Ya  ampun aku harus segera menutupnya.  Namun Kyuhyun oppa menatap kearahku.

“ Ji hooon,,,,,”

“Opp…opppa”

Dia turun dari ranjangnya dan berjalan tertatih-tatuh kearahku. Apa yang harus kulakukan? Aku langsung berlari menjauhinya sesegera mungkin. Namun dia tampak berjalan kearah ku.

“Ji hoon”

Aku  bersembunyi dibalik dinding. Ternyata dia terjatuh dan meringis kesakitan. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Aku segera memanggil suster dari kamar lain.

“ Suster cepat di kamar 310 ada pasien yang jatuh” ucapku

“Baiklah” kata suster tersebut

Aku pun langsung keluar rumah sakit.  Bodoh sekali diriku. Seandainya saja aku tak kerumah sakit pasti dia tak akan jatuh dan kesakitan seperti itu. Aku mencari taksi untuk pulang.

Sesampainya di rumah badanku lemas . Aku merasa bersalah. Seandainya pintu kamar tadi tidak terbuka pasti dia tidak akan melihatku. Atau mungkin setidaknya aku tidak pergi ke rumah sakit.  Bagaimana keadaan oppa sekarang? Apakah dia baik-baik saja? Atau kondisinya semakin buruk?

Aku ingin sekali pergi ke rumah sakit sekali lagi. Tapi itu tidak mungkin. Baiklah besok aku putuskan untuk ke rumah sakit dan menanyakannya pada suster Taeyon.

“Ji hoon bangun….bangun…bangun jelek”

Aku membuka mataku. Ternyata Heechul oppa yang membangunkanku.

“Ada apa oppa?”

“Ada mikha datang menjemputmu.”

“Untuk apa dia datang kesini?”

“Tanya saja padanya. Cepat mandi”

Heechul oppa keluar dari kamarku. Untuk apa dia datang kesini. Aku beranjak dari tempat tidurku. Aku pun segera pergi keluar kamar dan menemui Mikha unnie yang sedang duduk di ruang tamu.

“Unnie, ada apa?”

“Ji hoon, maaf yah di hari minggu ini aku mengganggumu. Aku Cuma ingin mengajakmu ke rumah sakit untuk menjenguk kyuhyun”

“Tapi unnie, sepertinya aku tidak bisa karena masih banyak tugas yang belum diselesaikan.”

“Ji hoon, kau ini bagaimana Mikha sudah jauh-jauh datang kesini tapi kau malah menolak ajakannya. Cepat mandi dan berangkat ke rumah sakit” ucap umma

“ Tapi umma… aku banyak tugas”

“Sudahlah cepat. Tugas bisa ditunda lain kali. Kasian Mikha sudah menunggu dari tadi”

“Baiklah. Unnie tunggu aku sebentar lagi yah”

Bagaimana ini, aku harus ke rumah sakit.Aku pun segera mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit. Beberapa lama kemudian aku menemui Mikha unnie.

“ Unnie ayo kita berangkat. Umma aku pergi dulu yah”

Aku dan mikha Unnie segera keluar.

“Naik mobilku saja yah” katanya . Aku mengangguk.

Di sepanjang perjalanan kami hanya terdiam . Aku cemas tentang kejadian kemarin.

Tak lama kemudian kami sampai di rumah sakit. Kami menaiki lift dan berjalan menuju kamar 310. Dadaku berdegup kencang. Kami pun memasuki kamar. Tampak suster Taeyon sedang memberi Kyuhyun oppa obat.l

“Ji Hoon, sudah lama kau tidak kesini.”

“Suster, aku sibuk akhir-akhir ini”

“ Aku pergi dulu yah. Dia sudah kuberi obat.”

Mikha unnie menghampiri Kyuhyun oppa.. Dia membelai rambutnya. Aku ingin menutup mataku untuk tidak melihat hal itu. Dia berbicara dengan Kyuhyun oppa. Mereka berdua tampak tersenyum. Untuk apa aku kesini kalau Cuma ingin melihat itu. Lebih baik aku pulang.

“Ji hoon, mengapa kau masih disitu. Ayo kesini aku yakin kau merindukannya kan. Kyuhyun juga sepertinya merindukanmu. Mmm aku ingin keluar sebentar. Tolong kau jaga dia yah. Cuma sebentar saja.”

“Baiklah unnie”

“ Kyuhyun aku keluar sebentar yah”

Kyuhyun oppa tersenyum.Mikha unnie keluar kamar. Dan sekarang hanya aku dan kyuhyun oppa. Dia melihat keluar jendela seperti biasa. Aku berjalan perlahan menghampirinya.

“Oppa, maafkan aku atas peristiwa kemarin. Aku tidak bermaksud menyakitimu oppa. Harusnya aku tidak lari tapi aku takut untuk mengahadapimu.Aku tak mau perasaanku semakin bertambah kepadamu. Aku takut menghadapi mu. Aku takun semakin berharap padamu. Aku…aku takut semakin mencintaimu . Aku takut tak bisa merelakanmu dengannya. Aku takut kau akan mengatakan hal yang sama saat di taman. Aku takut terhadap diriku sendiri oppa. Itu sebabnya aku tak pernah lagi mau menemuimu selama dua bulan ini. Aku senang melihatmu sudah bisa berjalan walaupun belum pulih benar. Dan itu semua berkat Mikha unnie kan. Dia sungguh berharga bagimu sedangkan aku mungkin hanyalah bayangan selewat bagimu oppa. Sekali lagi aku minta maaf atas peristiwa kemarin.”

Dia masih menatap keluar jendela. Aku tau pasti dia tidak akan meresponku. Aku lega mengatakan semua padanya. Aku berjalan meninggalkanya.

“Mengapa kau baru mengatakannya sekarang Ji hoon”

Aku berbalik,. Ternyata Kyuhyun oppa yang berbicara dan dia menatapku.

“ Oppa,  kau…kau bisa bicara”

“Bukankah dari dulu aku bisa bicara. Semua lelucon itu, dan semua perkataanku saat di taman. Siapa yang mengatakannya? Aku kan. Mengapa kau bilang seakan-akan aku belum bisa bicara sebelumnya. Apakah kau tidak sadar kemarin aku memanggilmu?”

“ Jadi selama di rumah sakit kau bisa bicara oppa?  Mengapa selama ini kau hanya terdiam.? Aku tidak mengerti”

“ Apa yang kau tidak mengeti tentangku? Bukankah selama ini kau yang mengajakku bicara. Berbicara tentang musim panas yang kau lewati tanpaku, tentang awal musim gugur dan tentang semuanya yang kau alami”

Aku semakin tidak mengerti apa yang  dia katakan. Semuanya membuatku bingung.

“Aku bingung oppa”

“ Sejak kecelakaan yang terjadi, aku sulit untuk berbicara. Setiap malam aku terjaga  mencoba untuk bisa berbicara. Untuk bisa memberikan tanggapan tentang semua yang kau ceritakan padaku. Untuk bisa berbicara lagi denganmu. Tapi setiap aku mencoba berbicara denganmu mulutku rasanya tertutup. Pikiranku dipenuhi rasa bersalah dengamu.”

“Mengapa kau merasa bersalah padaku?”

“Masih ingat kejadian di taman. Beberapa jam sebelum kecelakaan. Aku memikirkanmu. Pikiranku kacau. Aku merasa bersalah atas semua yang kukatakan padamu. Aku merasa begitu kejam. Pada saat aku mencoba untuk menemui Mikha. Pikiranku kosong, sehingga aku harus mengalami kejadian seperti ini. Tapi di detik-detik terakhir yang terlintas di benakku hanyalah kematian dan kau”

“Oppa….aku…aku “

“Kau semakin membuatku menyesal dengan semua yang sudah kau lakukan. Kau menemaniku setiap hari. Menceritakan tentang kejadian di luar sana yang tidak bisa aku lihat. Kau membuatku semakin bingung Ji hoon”

Aku terdiam dan tak terasa air mataku mengalir. Rasanya aku ayng harus bingung.

“Haii Ji hooon….” Terdengar suara perempuan dari belakangku . Ternyata Mikha unnie.

“Maaf yah menunggku lama sekali. Loh Ji hoon mengapa kau menangis” tanyanya

“Unnie kepalaku pusing. Aku pulang dulu yah”

“Baiklah Ji hoon terima kasih atas semuanya. Hati-hati yah”

Aku segera keluar dari kamar itu. Dadaku sesak atas semua yang telah dia katakan . Perasaanku campur aduk. Kini aku benar-benar bingung. Semua yang dia katakan membuatku begitu bingung. Apa mau mu oppa? Ku ingin membuatku menangis lagi.

===============================================================

November 8, 2009. Kaitkata: . Uncategorized. 6 komentar.

At least i still have you (part 2)

Kriiiiiing…….

Bunyi alarm kamarku,ternyata sudah pukul 5 pagi. Aku bersiap untuk pergi ke kampus.

“Ji hoon, cepatlah kau lama sekali” ucap heechul oppa

“ya,oppa” aku segera turun kebawah cepat-cepat,karena heechul oppa akan meninggalkanku apabila aku lambat.

“Umma,aku berangkat yah” ku kecup kening ummaku. Aku segera keluar dan naik motor. Heechul oppa yang mengantarku walaupun kami berbeda kampus tapi dia bersedia mengantarkanku, itu juga disuruh ayah. Kalau ayah tidak menyuruhnya,maka dia akan meninggalkanku sendiri untuk berangkat ke kampus. Kalau dia meninggalkanku maka yang kulakukan hanyalah menunggu bis atau….atau  kyuhyun oppa yang mengantarkanku. Tapi sekarang dia  sedang terbaring lemah di rumah sakit. Kami melewati jalan yang biasa. Dan tampak rumah kecil minimalis bercat coklat. Itu rumah kyuhyun oppa. Biasanya dia menungguku dan heechul oppa untuk berangkat bersama. Tapi semenjak dirumah sakit tidak ada yang menungguku dan memberi senyuman hangatnya padaku. Aku sangat merindukannya. Ingin tertawa bersamanya,bermain bersamanya. Jujur saja aku  lebih senang melihat dia di rumah sakit karena aku tidak melihatnya bersama Mikha unnie. Melihatnya sendiri tanpa Mikha unnie membuatku senang,tapi aku juga tidak mau melihatnya lumpuh seperti itu. Yang aku ingin adalah dia tertawa bersamaku bukan dengan Mikha unnie. Apakah aku egois?

Bukankah semua gadis menginginkan seperti itu?

Tak terasa sudah sampai di kampus. Aku turun dari motor,dan memberikan ucapan terima kasih kepada kakaku tersayang. Dia hanya membalasnya dengan senyum palsunya. Heechul oppa langsung pergi. Aku berjalan memasuki gerbang kampus. Tampak dari jauh aku melihat seorang gadis yang memakai pita kuning. Ya ampun itu Mikha unnie. Aku berlari menghampirinya. Mikha unnie menoleh ka arahku, namun dia berlari menghindariku.

“MIKHA UNNIE”

Dia tetap berlari dan menghindariku. Aku berhenti mengejarnya. Mengapa dia begitu takut mengahadapiku? Sejak kyuhyun oppa kecelakaan dia tak pernah menjenguknya,padahal dia pacarnya . Tapi aku yang hanya temannya  rajin menjenguknya. Ini aneh sekali,tiap aku menghampirinya dia selalu menghindar dan tak pernah mau bertemu denganku. Kalau aku ke kelasnya dia selalu menolak untuk berbicara denganku. Sudah lima bulan ini dia memperlakukanku seperti itu. Kali ini aku akan berusaha berbicara dengannya walaupun dia tidak mau,harus aku paksa. Siapa tau kyuhyun oppa kondisinya lebih baik bila bertemu dengannya.

Aku memberanikan diri untuk ke kelasnya. Namun ditengah perjalanan aku melihat dia sedang tertawa dengan temannya. Aku menghampirnya namun sepertinya dia tidak sadar.

“Unnie..aku ingin berbicara denganmu”

Dia tampak gugup,dan berbalik seperti ingin pergi. Aku segera menarik tangannya..

“Maaf,ji hoon aku ada urusan penting” katanya.

PLAK,aku menampar pipinya. Dia memegang pipinya dan seperti ingin marah. Semua mata tertuju padaku

“Unnie,kau masih bisa tertawa padahal kondisi Kyu oppa sedang sangat buruk. Apakah kautidak memikirkan itu? JAWAB UNNIE. Jangan menangis!”

Dia mengangis,matanya merah. Aku pun melepas tanganya.

“Unnie,kau bisa tertawa dengan temanmu,tapi apakah kau pernah memikirkan kondisi Kyuhyun oppa? Apakah  kau pernah berfikir dengan kondisinya seperti ini dia bisa tertawa lagi? Kau tahu,setiap aku melihatnya rasanya aku tak pernah percaya bahwa yang sedang berada di kursi roda adalah Kyuhyun oppa.”

“Maaf…ma..maafkan aku” isaknya

“Jangan meminta maaf padaku,kau harusnya meminta maaf pada kyuhyun oppa. Tidak pernahkah kau memikirkan kondisinya sekarang? Pernahkah,kau menjenguknya Unnie? JAWAB PERTANYAANKU”

Dia menggeleng dan masih menangis.

“Lalu apakah kau tidak mencintainya lagi setelah dia kecelakaan? JAWAB UNNIE!”

Dia masih terdiam dan menangis.

“Kalau begitu KAU SANGAT BODOH. Mengapa kau tidak pernah menjenguknya?”

“A..aku merasa bersalah. Karena aku lah dia kecelakaan. Aku tidak tega melihat kondisinya. Semua itu karena diriku. Kalau saja aku tidak memintanya menemuiku  pasti dia tidak akan mengalami kejadian itu “

Aku terenyuh,selama ini aku selalu berfikiran negatif tentangnya. Tak terasa air mataku bercucuran. “Unnie,itu semua takdir. Tidak ada yang akan menyalahkanmu dengan kejadian itu. Siapa tau saat kau menjenguknya,keadaanya membaik”ucapku.

Dia terdiam,dan mata bulatnya tertuju pada mataku. “Unnie,maukah kau menjenguknya setelah pulang nanti?”tanyaku

“Baiklah” jawabnya

“Aku tunggu yah unnie”

Aku pun pergi meninggalkannya. Perasaanku lega setelah mendengar pernyataanya.

“===============================================================

Pukul 14.34

Aku menunggu Mikha unnie di gerbang kampus sekolahku. Selang beberapa lama kemudian dia muncul . Kepalanya tertunduk. Aku menarik tangannya dan segera memanggil taksi.

Tak lama kemudian kami sampai ditempat tujuan. “Ji hoon,aku takut” katanya

Aku tersenyum “Unnie,tenang saja. Tidak usah takut”ucapku

Akhirnya kami sampai di kamar 310 namun mikha unnie tidak mau masuk kekamar itu. Akhirnya aku yang ke dalam kamar itu. Seperti biasa hanya ada kyuhyun oppa disitu. Dan menghadap keluar jendela.

“Oppa,apa kabar, aku membawakan sesuatu yang special untukmu”

Kyuhyun oppa tetap tak merespon. Aku menarik Mikha unnie kedalam kamar. Mikha unnie berjalan ragu-ragu.

“Kyuhyun…”ucapnya lirih

Kyuhyun oppa,tetap menghadap keluar jendela.

“Kyuhyun,apa kabarmu” Dia menghampiri Kyuhyun oppa yang sedang di kasur. Mendengar suara Mikha unnie,dia menengok. Dia menatap tajam wajah Mikha unnie.

Mikha unnie pun menangis, Kyuhyun oppa hanya melihatnya. Namun tak lama kemudian aku melihat air mata menetes di wajah kyuhyun oppa. Aku terkejut, sebelumnya dia tak pernah menangis bahkan memberi respon padaku.  Sepertinya aku ingin menangis. Walaupun Kyuhyun oppa menangis tapi aku melihat raut kebahagiaan dari wajahnya. Hatiku periih…Tuhan aku sudah tidak kuat. Aku memutuskan untuk keluar dari kamar itu . Aku bersandar di dinding. Apa yang kau lakukan Ji hoon? Kau bodoh..kau begitu bodoh. Mengapa kau membawa wanita itu kepadanya yang akhirnya akan membuatmu menangis. Aku menyesal membawa wanita itu, kalau pada akhirnya kyuhyun oppa lebih merespon dirinya dari pada diriku. Selama ini yang ditunggunya hanyalah Mikha unnie, bukan aku. Kyuhyun oppa memberikan tetesan air mata pertamanya hanya untuknya. Padahal selama ini aku yang selalu menjenguknya, namun dia tidak pernah memberi respon padaku. Selama ini dia hanya diam kepadaku.Air mataku bercucuran. Aku senang melihat kyuhyun oppa mengangis,tapi aku tidak bisa membohongi diriku bahwa hatiku perih melihat mereka berdua . Tuhan, mengapa seperti ini? Rasanya lebih baik aku mati. Air mataku tak bisa berhenti.Aku tak mau masuk kekamar itu lagi. Aku ingin pulang saja.

November 3, 2009. Kaitkata: . Uncategorized. 7 komentar.

At least i still have you (Part 1)

Hari ini , hari pertama musim gugur. Sepertinya daun-daun pohon mulai berguguran. Aku tidak tau mengapa, bagiku musim gugur tahun ini terasa sangat kosong. Rasanya daun yang berguguraan tak mampu lagi mengnangkan hatiku. Huft…aku mencoba menarik nafas sedalam-dalamnya. Sudah tujuh menit berlalu namun bus yang kutunggu tak kunjung datang. Akhirnya aku memutuskan untuk menunggalkan halte bus dan mencoba untuk mencari taksi. Tak lama kemudian aku menemukan taksi dan menghentikan taksi tersebut.

“Ju Kyoung Hospital, sir”

Taksi yang kukendarai melaju dengan cepat. Tak terasa sudah sampai di tempat tujuan. Aku segera keluar dan membayar taksi. Ingin rasanya cepat-cepat aku sampai di kamar nomor 310. Dan memberi senyuman hangat kepada sang penghuni kamar. Aku segera menaiki lift ke lantai tiga. Aku berjalan nmenuju kamar 310 yang berada diujung lorong. Aku membuka pintu kamar tersebut.

Seperti biasa kamar tersebut kosong dan hanya tampak seorang laki-laki yang sedang berada diatas kasur menatap keluar jendela. Aku berjalan menghampirinya.

“Kyuhyuun opaa” sapaku

Seperti biasa dia tidak merespon dan tetap menatap keluar jendela.

“Oppa,maaf yah aku tidak membawa apapun untukmu. Hari ini adalah hari pertama musim gugur. Apakah kau ingin melihat daun yang berjatuhan opaa?

Dia menoleh dan menatapku dengan tatapan kosongnya.  Aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman.

“Aku akan mengambil kursi rodamu dan kita akan berjalan keluar melihat daun yang berwarna coklat berjatuhan di tanah. Seperti yang kita lakukan dulu oppa. Kita berfoto-foto. Kau dan aku pergi ke taman ria. Kau mau oppa?”

Dia menoleh keluar jendela lagi. Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan lagi kepadanya. Aku dan dia hanya terdiam. Aku memanggil suster untuk membantuku mengangkatnya ke kursi roda.Aku membawanya keluar dari rumah sakit. Aku membawanya menuju ke taman dibelakang rumah sakit. Tak banyak orang disana.

“Kyuhyun oppa,lihat kan betapa indahnya daun yang berguguran. Tapi sepertinya tak banyak anak kecil yang bermain yah oppa. Hahaha tentu saja ini rumah sakit,jadi hanya ada oprang sakit”

Dia memandang pohon-pohon satu-persatu. Sinar matanya memancar seperti ingin mengatakan sesuatu dari matanya.

“Ini hari pertama,jadi daunnya belum banyak yang berguguran”

Dia tetap terpaku di kursi rodanya. Dan masih menatap pohon-pohon.

“Oppa,sepertinya suster Taeyon sudah memanggil kita. Ini waktunya,oppa kembali ke kamar.Besok kita akan melihat pohon-pohon diluar yang lebih indah lagi yah.”

Aku menarik kursi roda yang didudukinya. Dan tampaknya suster Taeyon sudah menunjukan wajah kekesalannya.

“Ji hoon,sudah lewat satu menit kau membawanya keluar.”

Aku hanya tertawa kecil. Kami pun segera pergi ke lantai tiga, Aku dan suster Taeyon menggotongnya ke kasur. Sepertinya berat badannya naik,karena dia sudah lebih berat dari 3 hari yang lalu. Suster Taeyoun pun memberinya obat,dan Kyuhyun oppa tampak seperti bayi yang sedang meminum obat. Dia hanya pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa.

“Sebentar lagi dia akan tidur. Kau tidak ingin pulang?”Tanya suster Taeyon padakau.

“Oh,ehm..aku akan disini sampai malam. Sus” jawabku

“Baiklah,aku percayakan padamu”

Suster Taeyon pun pergi meninggalkan kami. Kulihat Kyuhyun oppa sudah tertidur pulas. OMONA wajahnya seperti malaikat. Hanya dia tampak tak berdaya.Sudah lima bulan dia berada di rumah sakit.. Dia tidak bisa berbicara ataupun menunjukan ekspresi wajah yang biasa ditunjukannya.

Aku jadi teringat kejadian enam bulan yang lalu. Saat dimana dia masih tersenyum padaku dan tertawa bersamaku.

================================================

“Ji hoon”

Seseorang memanggilku dari belakang. Ternyata Kyuhyun oppa yang memanggilku

“Mana buku resensi yang ingin kau pinjamkan padaku?”

“Oh yang itu. Ambil saja dibawah mejaku. Kau tau kan? Oh iya oppa sekalian saja kau ambil semua buku dibawah mejaku yah,karena aku malas membawanya”

‘Baik boss”

“Kyuhyun oppa,bagaimana katanya kemarin kau ingin mengajakku ke museum”

“ Hah? Masa sih. Kapan aku berkata seperti itu? Kau sepertinya mimpi yah?”

“Ah,tau aha. Aku tidak akan percaya padamu lagi oppa.”

“Oke,baiklah. Jangan ke museum yah. Aku bosen kalau ke museum. Bagaimana kalau ke belakang bukit di dekat kuil di akhir musim gugur?”

“Mm,,,baiklah,tapi kau harus janji yah. Awas kalo tidak mengajaku”

Dia hanya mengangguk dan tersenyum padaku.Aku dan Kyuhyun oppa sudah bersahabat sejak kecil rumah kami bertetangga. Aku sudah menganggap dia seperti kakakku atau bahkan lebih. Aku mempunyai persaan yang lain kepadanya. Namun aku hanya bisa memendamnya. Dia tak mungkin mempunyai perasaan yang sama padaku,karena dia hanya menganggapku sebagai adiknya selain itu dia mempunyai pacar yang cantik dan sesuai dengan kriterianya.

“Hooi…kenapa melamun? Jangan melamun nanti wajahmu terlihat bodoh”

“I don’t care”

“Nyeker?”

“Oppa kau menyebalkan sekali”

“Kyuhyuuuuun”Terdengar suara perempuan dari belakang. Kami menoleh,ternyata wanita itu adalah Mikha Unnie,pacar Kyuhyun oppa.

Aku melihat senyuman yang tulus dari wajah oppa untuk Mikha unnie. Aku ingin ikut tersenyum,tapi hatiku perih melihat senyuman Kyuhyun oppa. Mikha unnie menghampiri Kyuhyun oppa.

“Kyuhyun, besok kan tiga bulan hari jadi kita. Aku ingin hari jadi kita yang ketiga bulan dirayakan. Kau mau kan?”

“Mmm…kupikir baru tiga hari kita berpacaran”

“Ah,kau ini. Besok aku tunggu kau di restoran kau menyatakan cinta padaku”

“Baiklah tapi kau harus menungguku selama tiga jam”

“Kau,ingin mempermainkanku?”

“Aku butuh tiga jam waktu berdandan untuk 3 bulan hari jadi kita “

“Kyuhyuuun”

Mereka berdua tertawa,aku merasa berada di dunia dimana aku sendiri melihat mereka berdua tertawa sungguh perih. Rasanya aku ingin menggantikan posisi Mikha unnie atau bahkan membunuhnya. Ah tidak boleh…tidak boleh.

“Kenapa kau tampak aneh ji hoon?” Tanya Kyuhyun oppa padaku

“Tidak apa-apa oppa. Aku tidak mau mengganggu kalian. Aku pergi dulu yah”Aku berjalan secepat mungkin meninggalkan mereka. Aku tidak mau merasakan sakit yang lebih perih lagi.

Esoknya

Ringdingdong ringdingdong dinggiding.Suara ponselku. Ternyata dari Kyuhyun oppa

“Yeobeoseyo”

“Ji hoon,aku tunggu kau di taman belakang sekarang juga”

“Ada apa oppa”

Tiiiiiiitt….Dia menutup teleponnya. Ada yang aneh dengannya. Diluar hujan deras,tapi kenapa dia memintaku untuk menemuinya dibelakang taman. Aneh,kenapa tidak dirumahnya saja.Aku bergegas ke taman dan membawa payung.Tampak dari kejauhan dia juga memegang payung dan ditangan kirinya tampak buku-bukuku. Aku menghampirinya.

“Oppa,kenapa kau tidak kerumahku saja kalau ingin mengembalikan bukuku”

“Oh,terima kasih yah bukunya. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Tapi sebelumnya aku minta maaf padamu.”Katanya pelan. Dia menyerahkan buku-buku itu padaku. Raut wajahnya tampak serius.

“Mianhe,saat aku mengambil buku dibawah kolong mejamu aku menemukan diarimu,dan aku membacanya. Awalnya aku hanya iseng saja. Tapi setelah aku membacanya sepertinya itu sangat berarti untukmu”

Aku terkejut,berarti dia sudah membaca semua isi diariku.

“Aku Cuma tidak ingin mengecewakanmu tapii…”

Aku memotong pembicaraanya“Jadi,kau sudah tau semuanya oppa?”

Dia mengangguk.

“Kalau begitu,aku tidak usah bilang lagi padamu kalau aku….akuu”

“Kau suka padaku? Aku mengerti,tapi aku mohon ji hoon sebaiknya kau lupakan aku,karena kau akan menggangguku dengan Mikha”

Deg, aku kaget dia mengatakan itu. Memang sederhana tapai bagiku menyakitkan. Dia Pergi meninggalkanku tanpa mengatakan sepatah kata pun. Aku hanya berdiri dan menangis.

Jam 22.33

Aku terbangun,ternyata aku menangis sampai ketiduran. Perutku keroncongan. Aku pergi kedapur,tapi tidak ada siapapun dirumah ini.Kemana ayah,ibuku dan kakakku.

Aku mengecek hpku. Ternyata ada 12 pesan baru.

“Ji Hoon cepet kerumah sakit Ju kyoung”

-Umma-

“Ji Hoon, kau lekas ke ruang ugd yah”

-heechul oppa-

Mengapa isinya semua menyuruhku kerumah sakit. Aku sesegera mungkin pergi kerumah sakit. Ada apa, jangan-jangan kakakku Heechul berkelahi lagi dengan tetangga. Atau Ayahku….

Sesampainya dirumah sakit aku langsung ke ruang UGD di lantai dua. Tampak ayah,ibu,Heechul oppa,orang tua Kyuhyun oppa. Siapa yang dirumah sakit. Kulihat dipojokkan ternyata ada Mikha unnie. Mengapa dia disini?

“Ji hoon.kenapa kau datang terlambat”

“Siapa yang dirumah sakit heechul oppa?”tanyaku kepada kakakku

“Kyuhyun,dia kecelakkan dan mobilnya masuk sungai,dan sekarang terbaring lemah”jawabnya

Ya ampun,tidak mungkin. Aku menangis dan tidak percaya apa yang terjadi. Kepalaku pusing,badanku lemas. Rasanya aku ungin mati saja.

Press the reset,press press the reset. Aku terbangun,tampaknya ada pesan masuk dari ibuku yang menyuruhku pulang. Ternyata hanya mimpiku mengenai kejadian yang lalu. Ternyata aku masih dirumah sakit,dan telihat kyuhyun oppa masih tertidur pulas. Oppa,kau tampak lemah,kalau bisa aku ingin menggantikan tempatmu. Aku ingin merasakan sakit yang kau rasakan.

“Oppa,aku pulang dulu yah,jaga dirimu baik-baik”

Aku meninggalkan kamar itu,nampaknya aku ingin sekali berada dismpingnya setiap detik. Aku keluar dari kamar tersebut. Tampaknya Eun  ji Ahjuma sudah datang,jadi aku bisa lega meninggalkan dia.

“Ahjumma,aku pulang dulu yah”

“Ne,kamsahamnida ji hoon”

Aku langsung pergi meninggalkannya. Aku pun mencari taksi untuk pulang ke rumah.

November 1, 2009. Kaitkata: . Uncategorized. 3 komentar.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.